Rabu, 04 April 2012

Pemasaran Nilam (Pogostemon cablin Benth)

Pemasaran Nilam (Pogostemon cablin Benth)

Sumber Gambar: http://ditjenbun.deptan.go.id/
























Salah tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal di Indonesia adalah sebagai minyak nilam (Pogostemon cablin Benth). Minyak nilam yang dihasilkan dari usahatani nilam adalah terna (daun dan ranting) tanaman yang diproses melalui penyulingan. Dengan berkembangnya pengobatan aromaterapi, minyak nilam dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan fisik, mental dan emosional.

Di pasaran minyak atsiri dunia, minyak atsiri Indonesia dikenal paling baik dan menguasai pangsa pasar sekitar 80% - 90% yang berasal dari nilam. Oleh karena itu, sampai saat ini nilam merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mampu memberikan sumbangan terhadap devisa negara. Mengingat eksistensi dan peluang pasar yang masih menjanjikan, maka agribisnis dan pasar nilam harus dikelola dengan baik.

Pengembangan agribisnis nilam di Indonesia cukup baik, hal ini selain pangsa pasar dalam dan luar negeri yang luas, juga didukung ketersediaan lahan yang dan tenaga kerja yang masih luas dan agroklimat yang sesuai dengan persyaratan pertumbuhan tanaman.

Pemasaran
Perkembangan komoditi ekspor nilam cakhir-akhir ini cenderung meningkat setiap tahunnya bahkan harga jual ekspornya mencapai US $ 1.000 per kg. Trend ini dipicu oleh semakin tingginya permintaan terhadap parfum/kosmetika, trend aromaterapi serta belum berkembangnya teknologi zat pengikat (fiksasi) dalam industri parfum/kosmetika.

Kegiatan distribusi pemasaran nilam dapat dibagi dalam tiga tingkatan yaitu: 1) pemasaran pada tingkat petani ke pengumpul atau pengusaha pemilik kilang minyak nilam; 2) pemasaran dari pengumpul lokal ke pengumpul besar/eksportir; dan 3) pemasaran minyak nilam oleh eksportir ke importir/konsumen di luar negeri.

Pemasaran pada tingkat petani ke pengumpul atau pengusaha pemilik kilang minyak nilam, para petani menjual produknya dalam dua produk yaitu: 1) penjualan daun kering dari petani kepada para pemilik kilang dan selanjutnya pemasaran minyak atsiri dilakukan oleh pemilik kilang; 2) penjualan minyak nilam oleh petani setelah diolah di kilang kepada para pengumpul lokal.

Harga pada masing-masing tingkatan ditentukan oleh harga tingkatan ke 3 yaitu harga penjualan ekspor. Para pengumpul/lokal biasanya memperoleh informasi harga dengan mengadakan penawran kepada beberapa eksportir dan menjual kepada penawaran tertinggi. Sistem pemasaran yang terbuka ini, akan menguntungkan para pemasok lokal namun belum tentu menguntungkan petani karena informasi harga ekspor ke petani tidak pernah samapi ke petani.

Pasar Internasional
Sebagai bahan baku minyak wewangian, Indonesia telah berhasil mengekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Swis, Jerman, Singapura, Inggeris, Jepang, India, Spanyol, Hongkong, Malaysia, Italia dan Argentina.

Pasar nasional
Pasar nilam di Indonesia masih berkembang seiring dengan berkembangnya produk kosmetik, parfum dan peralatan kecantikan dalam negeri seperti Mustika Ratu, Ratu Ayu, Viva Cosmetics dan lain-lain.

Sentra produksi minyak nilam
Sentra produksi minyak nilam di Indonesia adalah Nagroe Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Varietas unggul nilam yang layak dipasarkan
1. Varietas Sdikalang, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) produksi terna (daun dan ranting) kering 10,902 ton/ha); b) Produksi minyak 315,06 kg/ha; c) kemampuan daya adaptasi yang luas; d) pangkal batangnya berwarna ungu tua; dan e) relatif toleran terhadap penyakit layu bakteri dan nematoda; f) kadar minyak 2,89%; g) kadar patcholi alkohol (%) 32,95.

2. Varietas Lhokseumawe, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) produksi terna (daun dan ranting) kering 13,278 ton/ha); b) kadar minyak 3,21%; c) produksi minyak 375,76 kg/ha; d) kemampuan daya adaptasi yang luas;e) pangkal batangnya berwarna ungu tua; f) kadar patcholi alkohol (%) 33,31.

3. Varietas Tapak Tuan, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) produksi terna (daun dan ranting) kering 13,278 ton/ha); b) Produksi minyak 375,76 kg/ha; c) kemampuan daya adaptasi yang luas; d) pangkal batangnya berwarna hijau dengan sedikit ungu; e) kadar minyak 2,83%; f) kadar patcholi alkohol (%) 33,31.

Oleh : Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian)
Sumber : Teknologi Budidaya Nilam, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Perrtanian, 2008; Pedoman Pembangunan Kebun Penangkar Benih Nilam, Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Ditjen Perkebunan, 2010; Agribisnis tanaman minyak atsiri, Balit Tanamanan Rempah dan Obat, Badan Litbang Pertanian, 2001.

Sumber : http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/pemasaran-nilam-pogostemon-cablin-benth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar